Google Kembali Pecat Ilmuwan AI di Tengah Isu Dikriminasi Ras

Industri teknologi asal Amerika Serikat( AS) Google berkata sudah memecat seseorang periset yang pula kepala etika kecerdasan buatan ataupun Artificial Intelligence( AI), Margaret Mitchell. Pemecatan itu dicoba sehabis tadinya Google memecat Timnit Gebru yang pula ilmuwan etika AI Desember 2020.

Google berkata sehabis meninjau sikap Mitchell, terdapat sebagian pelanggaran atas kode etik dan kebijakan keamanan tercantum eksfiltrasi dokumen rahasia bisnis yang sensitif.

” Kami mengonfirmasi kalau terdapat sebagian pelanggaran atas kode etik kami, dan kebijakan keamanan kami, yang tercantum eksfiltrasi dokumen rahasia bisnis yang sensitif serta informasi individu karyawan lain.” ucap perwakilan Google semacam dilansir AFP.

Google tadinya memecat periset Timnit Gebru, yang ialah periset AI kulit gelap di Silicon Valley. Sementara itu pendamping ini telah mengetuai regu etika AI sepanjang 2 tahun terakhir https://www.teknohits.com/ .

Satu hari tadinya, Google sudah menunjuk Marian Croak selaku kepala pusat kemampuan AI yang bertanggung jawab dalam Google Research.

” Sepanjang 6 tahun terakhir ia jadi wakil presiden di Google yang mengerjakan seluruh perihal mulai dari rekayasa keandalan web sampai memperkenalkan Wifi publik ke rel kereta api India,” ucap Senior Manajer Google Hening Hejazi Moghadam.

Mitchell diskors dari pekerjaannya bulan kemudian selaku respons atas tudingan pengunduhan serta pembagian dokumen industri. Dokumen tersebut bertujuan buat menampilkan perlakuan diskriminatif terhadap Timnit Gebru, yang dipecat tahun kemudian.

Google Diprediksi Jalani Diskriminasi Ras

Dilansir The Guardian, Mitchell serta Gebru sudah mengetuai regu etika AI Google sepanjang dekat 2 tahun terakhir. Mitchell berkata lewat Twitternya kalau dia tersendat dengan pemecatan Gebru, wakil pemimpin di regu etika AI.

Dalam artikel tersebut, terlampir kopian email tempat Mitchell memberikan pemikirannya tentang permasalahan tersebut.

” Aku prihatin tentang pemecatan@timnitGebru dari Google serta hubungannya dengan seksisme serta diskriminasi,” cuit Mitchell

Gebru merupakan pendukung keberagaman yang vokal serta salah satu pendiri kelompok yang tingkatkan bakat kulit gelap dalam artificial intelligence. Pada bulan Desember, lebih dari 1. 400 karyawan Google menuntut industri tersebut menarangkan kenapa mereka memecat Gebru.

Baca Juga : Panduan Nyaman Berangkat Ke Bank Dikala New Wajar, Berarti Nih!

Gebru berkata melalui akun Twitternya kalau Google memecatnya sehabis ia mengirim pesan ke suatu kelompok internal, yang kecewa sehabis menyuarakan supaya lebih banyak keragaman ras di antara staf riset Google.

Tidak cuma itu, dia melaporkan keprihatinannya kalau industri tersebut mulai menyensor riset yang kritis terhadap produknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *