Makna Pendidikan, Pelajari Pengaruh Soetanto

Pernah dengar cerita Ken Soetanto, Guru Besar Indonesia dengan empat gelar doktor? Didiskriminasi oleh lingkungannya, Soetanto membuktikan dirinya bisa mencapai target yang mungkin dianggap sulit oleh banyak orang. Saat ini Soetanto meraih empat gelar doktor di bidang elektronika (1985), medikare (1988), farmasi (2000), dan pendidikan (2003) dari empat universitas berbeda di Jepang.

Soetanto lahir di Surabaya, Indonesia. Orangtuanya adalah seorang pedagang alat elektronik. Kondisi ekonomi yang tidak stabil dan sentimen ras menghalanginya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas. Soetanto yang kecewa dengan kondisi tersebut, pindah ke Jepang, masuk universitas di Jepang, dan membuat rekor – seorang sarjana non-Jepang dengan empat gelar doktor https://voi.co.id/ .

Sejak saat itu, Soetanto telah membuat 29 paten di Jepang dan 2 paten di Amerika Serikat. Dalam tradisi Jepang, Soetanto adalah orang non-Jepang pertama yang bertanggung jawab menjadi kepala divisi di Universitas Jepang. Baginya, pendidikan adalah kemampuan menguraikan dan memelihara jiwa perjuangan. Setiap orang berhak untuk belajar. Yang lebih penting setiap orang harus memiliki motivasi yang lebih untuk memaksimalkan semua potensi yang dimilikinya.

Soetanto menemukan bahwa 80% siswanya memiliki motivasi belajar yang lemah dan prestasi yang buruk di kelas. Banyak siswa yang mengira belajar di universitas adalah proses yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan, bukan kesempatan untuk mengembangkannya. Soetanto membuktikan bahwa membangun semangat siswa akan meningkatkan prestasi dan prestasi siswa di dalam dan di luar kelas. Perlahan tapi pasti, peringkat universitasnya meningkat drastis. Media menyebut caranya mengajarkan Pengaruh Soetanto.

Baca Juga : Panduan Memilah Jasa Cetak Spanduk Online Murah

Mottonya, “Kamu bisa jika mencoba”, memengaruhi banyak siswanya. Ia percaya bahwa segala rintangan dapat diatasi jika memiliki semangat untuk mengubah masalah menjadi peluang emas. Soetanto berhasil mempengaruhi banyak siswa untuk mempelajari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam studinya. Dia selalu menekankan pada hubungan motivasi dan pendidikan. Siswa yang tidak termotivasi dalam belajar seringkali gagal memenangkan persaingan. Pendidik harus belajar darinya, dimotivasi lagi, dan menjadikan siswa-siswa yang menang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *